Festival Buah Lokal Kalimantan 2020 Digelar

PARINGIN – Desa Marajai adalah salah satu desa binaan KPH Balangan yang mempunyai keunikan tersendiri yang ada di dalamnya. 


Jika di desa lain menyuguhkan keindahan alam berupa air terjun, goa, bukit dan gunung,  Marajai juga memiliki keindahan alam nan memanjakan. Namun yang membuat wilayah ini berbeda adalah  buah langkanya. Ratusan spesies tumbuh di sini.


Untuk itu, KPH Balangan kembali menggelar even tahunan yang bertajuk Festival Buah Lokal Kalimantan 2020 di Marajai.


Acara yang di gelar selama dua hari tersebut menyuguhkan berbagai macam kegiatan. Dari gowes bareng, biotour ke berbagai wisata alam Marajai dan kebun buah langka, penanaman bibit buah langka, serta makan buah bersama, Minggu (9/2).


Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan,  Faried  Fakhmansya saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel,  H Sahbirin Noor mengatakan Marajai merupakan surga buah-buahan lokal dan tempat berkembang tumbuhnya jenis buah lokal langka. 


"Desa ini memiliki peran strategis kepariwisataan untuk mengabarkan kepada masyarakat dunia bahwa Kalimantan Selatan memiliki ratusan buah lokal langka yang masih eksis hingga sekarang," katanya.


Karena itu, atas nama pribadi dan pemerintah provinsi, ia  berterima kasih kepada seluruh masyarakat Balangan, khususnya masyarakat di Marajai yang tetap memelihara, menjaga dan melestarikan buah hutan asli dari Pegunungan Meratus. 


Gubernur juga mengapresiasi Dinas Kehutanan Kalsel yang  menjadi “driver” dan  penyelenggara acara kawasan hutan tersebut.


Acara ini selain dihadiri  Bupati Balangan, Kepala Dinas lingkup Pemda setempat, serta Forkopimda, juga sukses menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Tak ketinggalan, para peneliti dan pencinta buah lokal pun hadir. (fanie/kphbalangan)

Layanan