Prajurit Covid-19 Ini Digelari Riduan Neil Amstrong,

PARINGIN – Riduan Yusuf atau yang lebih akrab dengan panggilan “Utuh Karhutla” oleh teman-temannya,  kembali melakukan giat penyemprotan disinfektan asap cair. Namun panggilan sayang tersebut kini berubah menjadi Riduan Neil Amstrong. Bagaimana,  tidak selama dua minggu lebih menggunakan pakaian layaknya seorang astronot,  membuat rekan-rekannya lebih nyaman memanggilanya dengan sebutan itu.


Jari jemarinya yang awalnya kaku sekarang terlihat sudah mulai cocok dengan perlengkapan penyemprotan,  seperti handsprayer dan slang tembak. Langkahnya yang dulu tersendat-sendat karena pakaian yang dikenakan membatasi pergerakan tubuhnya,  sekarang sudah tak berarti lagi.


Tak perlu diarahkan seperti pertama kali terjun ke lapangan, sekarang ia sudah mengetahui apa yang harus dilakukan, dari menyemprot ganggang pintu, pagar rumah hingga benda-benda yang rawan penyebaran virus lainnya, Senin (20/4).


“Awalnya pengap dan susah bergerak, mungkin karena belum terbiasa, tapi sekarang jersey ini sudah tak sepengap pertama kali di pakai. Mungkin karena badan saya yang besar,” celetuknya sambil tertawa.


Setelah itu, lanjutnya,  giat penyemprotan ini adalah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19.


“Sesuai imbauan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin,  sekali lagi kami sampaikan kepada masyarakat agar lebih menjaga pola hidup bersih dan sehat,” ucapnya.


Melaksanakan giat penyemprotan, kini Riduan tidak sendiri. Ia hanya salah satu dari beberapa prajurit Covid-19 yang dimiliki KPH Balangan.


Ia dan teman-temannya melaksanakan giat di beberapa titik yang ada di Kecamatan Batumandi,  seperti Ruang Terbuka Hijau Batumandi, Masjid Jami Batumandi dan beberapa pusat perbelanjaan yang ada di Batumandi. (f/kphbalangan)

Layanan