Tandatangani SPKs, Dishut dan ULM Kerjasama di Areal Rehab DAS

BANJARBARU – Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan,Hj. Fathimatuzzahra, sore kemarin, Kamis (5/11) menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama (SPKs) dengan Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kissinger. 


Penandatangan dilakukan di Ruang Sidang Fahutan ULM Banjarbaru. Acara dihadiri oleh jajaran pejabat eselon 3 Dishut Kalsel dan jajaran civitas akademika ULM. Selain itu secara daring, zoom meeting diikuti pula oleh segenap dosen dan mahasiswa, termasuk Kepala KPH se-Kalsel dan para pimpinan IPPKH.


Kedua belah pihak sepakat mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan .Kesepakatan tersebut terkait kegiatan praktik dan penelitian mahasiswa Fahutan ULM di areal rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) IPPKH di Kalsel. Berlaku bagi mahasiswa tingkat akhir Prodi Kehutanan. Artinya, kesempatan dan ruang penelitian makin terbuka lebar. Tentunya praktik dan penelitian yang dilaksanakan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pengelolaan hutan dan DAS yang berkelanjutan.


Fathimatuzzahra sendiri dalam paparannya mengatakan, rehabilitasi DAS merupakan kewajiban perusahaan pemegang IPPKH. Tak hanya sekedar menanam dan memelihara pohon, kesepakatannya ini menjadi nilai tambah bagi kegiatan rehabilitasi DAS. 


”Nilai lebih berupa hasil riset, pastinya akan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya bagi banua Kalsel,” tandas Aya. 


Banyak objek penelitian yang bisa diteliti pada areal rehab DAS tersebut, seperti kesesuaian jenis tanaman perlokasi, pengaruh peran serta masyarakat terhadap keamanan tanaman rehab DAS, bahkan nilai ekonomi tanaman rehab DAS. Sebab tanaman rehab DAS yang ditanam banyak yang bernilai ekonomis bagi masyarakat sekitar, seperti jengkol, kemiri, karet, jambu mete, mahoni, dll.


Adanya kesepakatan ini, membuat Kissinger senang. Hal itu disampaikannya pada saat wawancara usai acara. “Pada dasarnya kami (Fahutan ULM) sangat mengapresiasi sekali  yang sangat membantu sekali dalam program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ucapnya. Hal ini juga secara praktis akan mendukung gerakan revolusi hijau yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (aco,dende/bpth, foto/rija,olif)

Layanan