Dinas Kehutanan Dukung Penuh Geoheritage Provinsi Kalimantan Selatan

Kehadiran langsung Kadishut, Hanif Faisol Nurofiq di Tahura Sultan Adam kamis (13/6) kemarin merupakan salah satu bentuk upaya dukungan Dinas Kehutanan akan hadirnya Geoheritage Provinsi Kalimantan Selatan.

Lokasi geopark sebagian besar berada di dalam kawasan hutan di wilayah kelola Tahura Sultan Adam dan KPH di Kalimantan Selatan. Kehadiran beliau juga sekaligus mendampingi Tim Geoheritage Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta yang turun ke lapangan untuk melihat langsung batuan serta lokasi yang termasuk ke dalam geopark.

Ir. Jatmika Setiawan, MT, Ph.D sebagai ketua tim pendamping dalam kunjungannya memberikan beberapa arahan terkait penanganan terhadap lokasi yang menjadi geopark tersebut. “Batuan yang ada ini baiknya dibersihkan dari lumut dan tanah yang menutupinya agar situs geosite terlihat jelas dan dapat dinikmati serta dijadikan lokasi berselfie ria bagi pengunjung”, ujar beliau.

Hanif yang saat itu mendampingi tim, langsung memberikan arahan kepada Kepala UPT Tahura SA untuk segera menindaklanjuti arahan yang disampaikan tim dari UPN tersebut. “Besok tanah serta lumut dan pepohonan kecil yang menutupi batuan agar dibersihkan, tetapi jangan sampai merusak permukaan batu”, kata Hanif.

Tim yang berkunjung, sebelum ke lokasi melakukan Presentasi Laporan Antara pekerjaan penyusunan Dokumen Geoheritage Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kepala ESDM, Isharwanto beserta jajaran.

Saat ini pintu Gerbang Geopark Meratus telah dibangun di kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin. Keberadaan Geopark diharapkan disamping untuk konservasi bumi juga dapat meningkatkan kunjungan wisata. Dinas Kehutanan mendapatkan apresiasi atas keterlibatan secara aktif mendukung pembangunan dan pengelolaan Geopark.

Layanan