Hadapi Ancaman El Nino, Dishut Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla
BANJARBARU, 14 April 2026 – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, S.Hut., M.P., didampingi Kepala Bidang PKSDAE, Rudiono Herlambang, S.Hut., M.M., mengikuti video conference dalam rangka antisipasi fenomena El Nino “Godzilla” di Ruang Rupatama Polda Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, serta dipimpin secara daring oleh Wakapolri dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda, Polres, serta instansi terkait di seluruh Indonesia. Untuk Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan ini dipusatkan di Rupatama Polda Kalsel sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengawali kegiatan, disampaikan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan mulai berlangsung pada periode Mei hingga Juni dan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September, dengan kondisi yang cenderung dibawah normal sehingga lebih kering di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko karhutla, terutama pada daerah rawan dan wilayah dengan karakteristik lahan gambut.
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi karhutla, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim global yang berpotensi meningkatkan intensitas kebakaran. Sejalan dengan itu, data pemantauan karhutla periode 2021–2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada periode musim kering. Karhutla masih didominasi oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan, yang diperparah oleh kemarau panjang. Selain itu, kebakaran pada lahan gambut memberikan kontribusi emisi gas rumah kaca yang lebih besar dibandingkan lahan mineral. Paparan dari Dirjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, serta Astamaops Kapolri turut menegaskan pentingnya penguatan penegakan hukum, upaya pengendalian karhutla, serta kesiapan simulasi dalam menghadapi potensi krisis nasional berbasis perubahan iklim.






